Sore ini kulihat di TV, seorang kontributor ber-mak up tebal memegang mic di tengah genangan air, Dramatis: “Pemirsa, sekali lagi, bangsa Indonesia mendapat ujian hebat! Seorang ibu muda menangis lunglai menerima kenyataan anaknya yang berusia 3 tahun diminta Tuhan yang sedang menguji warga Cirendeue dan sekitarnya dengan bencana Tanggul Situ Gintung…”
Jumat, 27 Maret 2009 dini hari, tanggul Situ Gintung di Tangerang Selatan jebol. Penampung air raksasa peninggalan penjajah Belanda yang berfungsi sejak 1930an itu meluberkan air, melibas warga, rumah, masjid, kambing, ayam dan seluruh benda yang bertengger di dataran sekitarnya yang lebih rendah.
Bagiku, bukan Tuhan yang mencipta bencana. Bukan. Sekali lagi bukan! Akal dan nuraniku berkata, “Tuhan tak biadab. Apalagi menimpakan musibah bagi mahluk-Nya secara acak, semacam tragedi Situ Gintung!” Baca entri selengkapnya »
Jakarta Selatan Seminggu Lalu…



Komentar Terakhir