Mengenang Keberpalingan Sufi dari Mushallah

4 04 2009

Pernah saya baca syair seorang bijak bernama Ayatullah Ruhullah Al-Musawi Al-Khomaini. Petikannya:

Kan kutabuh lagi gendang Mansur
Akulah kebenaran (Ana Al-Haq)


Segera kutanggalkan jubah
Lalu berpaling dari mushalah

Menurut Asbabun Nuzul hikayat, syair Sang Bijak Suci itu lahir saat musibah menjelma sebagai para ulama yang menguarkan “ayat-ayat suci” untuk melanggengkan penjajahan semacam Rezim despotik 2000 tahun Syah Reza Pahlevi. Para ulama itu bersorban, lengkap dengan atribut jubah, bahkan mungkin senantiasa menggelindingkan butir-butir tasbih di jari-jari tangannya. Baca entri selengkapnya »





Mengenang Rachel Corrie, Lentera Kemanusiaan dari Olympia (2)

17 03 2009

rachel_corrie2

Rachel Corrie. Sejak Olympia Movement for Justice and Peace (OMJP), Olympians for Peace in the Middle East (OPME), Students Educating Students about the Middle East (SESAME), Olympia Fellowship of Reconciliation (FOR) hingga International Solidarity Movement (ISM) disuplai energi kemanusiaan olehnya untuk meneriakkan kata “Merdeka!” Karena penjajahan yang diprakarsai negaranya (AS), Inggris dan Negara-negara Eropa masih berlangsung di hampir setiap sudut bumi ini.

Dengan pilihan merdeka, Rachel Corrie pergi ke Palestina. Rachel mempelajari isu tak masuk akal Palestina yang berhembus ke telinga dunia dengan kata “konflik” Palestina-Israel. Akhirnya dia dapati kenyataan bahwa Israel menjajah Palestina sejak lebih setengah abad lampau. Baca entri selengkapnya »





Mengenang Rachel Corrie, Lentera Kemanusiaan dari Olympia (1)

27 02 2009

rachel_corrie_after_attack

Rachel Corrie. Jika Anda bertanya, ”Siapa dia?” Jawabnya: Dia gadis cantik, muda, energik dan mempesona. Lahir dan besar di tengah keluarga Kristen taat, di Olympia, Washington, Amerika Serikat. Dia perempuan pecinta Yesus. Pernah juga menegaskan sebagai pengagum Budha. Lalu, beberapa hari sebelum kematiannya, sebuah Koran harian di Inggris memajang fotonya yang berjilbab di kolom Head line; ketika pertengahan Februari 2003, dia dan pegiat kemanusiaan anti-penjajahan berdemonstrasi di Tepi Barat, lalu di jalur Gaza  Palestina, menentang pemugaran paksa rumah-rumah penduduk Palestina oleh militer Israel. Baca entri selengkapnya »





Mengenang Ryan Si Anak Jalanan (1)

25 02 2009

anakjalanan1Jakarta Selatan Seminggu Lalu…

“Shalat, yuk! Kita kan belum shalat Ashar! Sebentar lagi waktu Maghrib tiba.” ajakku.

“Ntar dulu, kak! Tanggung, nih. Sebentar lagi hujan turun. Lihat, langit sudah gelap!” jawab Ryan.

“Kita tidak memiliki banyak waktu, Ryan!” tegasku.

Tanpa menoleh sedikit pun, Ryan bergegas meluncur menghampiri mobil yang berhenti di lampu merah itu. Uku Lele berdawai empat yang digendongnya pun menjerit. Bibirnya lebih terkesan komat-kamit seolah membaca mantra. Suara parau itu ditindih deru debam knalpot berbagai merek kendaraan bermotor yang melintas dan berhenti di lampu merah Cilandak. Ryan tak peduli. Ia tetap bernyanyi sambil sesekali menunduk-nundukkan kepala berharap sekeping receh. Tak penting baginya, apakah suaranya terdengar atau tidak. Pengemudi sedan mewah itu hanya mengangkat sebelah tangannya tanpa sedikitpun menoleh, Ryan pun segera beralih ke mobil di belakang sedan itu, terlihat kaca mobil itu terbuka, sekeping rupiah pun diterimanya. Baca entri selengkapnya »





Gaza Pesona Ruhani! Kalian Tak Pernah Mati

21 01 2009

rachel_corrie43truth_rachelcorrie

Duhai Rachel Corrie, warga negara AS, penduduk Washington yang memiliki semangat kemanusiaan puncak, maafkan aku. Tak hanya wajahmu yang cantik, tapi hatimu mempesonaku dan setiap pegiat kemanusiaan. Aku baru tahu, hai gadis cerdas yang gemar melukis di sisi danau Capitol, bahwa negaramu menyalahkanmu dan keluargamu. Andai engkau mati di Gaza oleh milisi HAMAS, pasti negaramu akan membelamu mati-matian dan mengabadikan namamu sebagai Pahlawan Amerika. Engkau berkata “Let me stand alone!” ketika tahu negaramu mengabaikanmu. Engkau, wahai gadis penyair, mati di “pihak yang salah.” Engkau mati setelah seluruh tulang punggungmu remuk dilindas buldoser Caterpilar D 9 Israel. Kulit kepalamu dikupas pisau baja kendaraan biru yang digunakan Israel untuk menghemat peluru itu. Engkau mati karena menjadi benteng hidup rumah warga Gaza yang diseruduk buldoser Israel. Hari itu, 16 Maret 2003, engkau memilih mati di usia 23 sebagai pejuang. Izinkan aku menicntaimu.

Baca entri selengkapnya »





2 Miliar Dolar AS! Fir’aun-Fir’aun “Hargai” Ribuan Nyawa di Palestina

20 01 2009

bocah-korban-gaza

22 hari pembantaian di Gaza telah dilakukan Israel. Aku bayangkan satu dari ribuan jasad tertimbun puing-puing bangunan Gaza itu Mamaku! Anakku! Papaku! Akan kukenang sepanjang hidupku jika korban pembantaian Israel itu bocahku yang kuantar bersekolah kemarin? Aku akan selalu teringat karena tak ada lagi Mamaku menyiapkan sarapan setiap pagi? Aku akan membatin bahwa kakekku yang kemarin-kemarin memberi petuah bijak, kini tiada lagi? Mereka semua meninggalkanku dengan kaki buntang, tubuh tanpa kepala, bahkan jasad mereka tak lagi kukenali, remuk melepuh terkena Fosfor putih senjata kimia Israel. Aku akan selalu ingat itu. Baca entri selengkapnya »





Menilik Kematian; Refreshing Sejati

3 01 2009

kerandamu

Pernah seorang buruk rupa dari Perancis menggugat silogisme Aristoteles yang ditulis di pojok Stoa jauh hari sebelum Masehi. Jawara pemantik peradaban sejak Yunani hingga merembes ke seantero jagad itu pernah menemukan rumus hidup. Misalnya:

Semua manusia pasti mati. (Disebut premis mayor)

Plato manusia. (Disebut premis minor)

Plato pasti mati. (Kesimpulan)

Kehidupan berlangsung dari detik menjadi menit. Berjam-jam, hingga hari dibingkai bulan.

Syahdan, tak terasa telah bertahun-tahun kujelajah dunia ini. Semakin bertambah detik, pisau Sang waktu memangkas jarakku dengan kematian. Kian dekat. Lalu, aku dan kematian tak berjarak.

Baca entri selengkapnya »





Lupakan Feminisme Basi: Ucap Selamat Hari Ibu!

22 12 2008

i-love-you-mom

Perbedaan fisikal yang (mungkin dianggap) remeh: Perempuan mengalami menstruasi. Lelaki tidak. Perempuan memiliki payudara. Lelaki tidak. Perempuan memiliki rahim, kemudian hamil dan melahirkan. Lelaki tidak. Dan sebagainya.

Perbedaan fisik ini meniscayakan pembawaan karakter yang sama sekali berbeda dengan lelaki. Bukan berarti itu cacat bawaan bagi perempuan, tapi mungkin itulah batu loncatan untuk perempuan meraih kesempurnaan. Baca entri selengkapnya »





Paket Shalat Khusyuk & Megalomania!

16 12 2008

mevlana-rumi

Ada yang pernah berkata, orang suci dengan orang gila memiliki banyak kesamaan. Orang suci melihat apa yang tidak dilihat oleh orang lain. Demikian juga orang gila melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh orang lain. Orang suci mendengar bisikan-bisikan alam ghaib dan orang gila juga mendengar bisikan alam ghaib. Orang gila melihat adanya cahaya terbersit di hadapannya. Demikian juga orang suci juga melihat cahaya. Baca entri selengkapnya »