Annihilation of Israel is the Only Solution for a Better World!

28 02 2009

A Brief History of Israel

If you have lack of information on Israel, this writing may help you comprehend how Israel today was established. “Annihilation of Israel is the only solution for a better world” is not a kind of exaggeration: indeed, it is true. Baca entri selengkapnya »





Sukarwo, Pentol Cilok & Gembala Yesus di Kamp Pengungsi Syiah Sampang

25 12 2012

“Hai Bung, Selamat Natal. Selamat atas kelahiran Yesus Ruh Tuhan!”
INI SEPENGGAL KISAH penduduk kota asal muasal kerapan sapi dan legenda carok bermula. Hanya 3 jam-an durasi perjalanan dengan bus umum dari terminal Bungurasih Surabaya ke Sampang. Hemat saya nyaris memastikan peradaban di sini tertinggal 30 tahun lebih dari Surabaya. Tak perlu melakukan penelitian langsung untuk membuktikannya, karena dijamin pasti meruntuhkan seluruh tehnik analisa data dan model-model survey yang baku. Anda bisa buktikan dengan datang sendiri ke kota yang mencatat warganya buta huruf berjumlah nyaris 11.000 jiwa. Lalu rasakan sendiri auranya. Baca entri selengkapnya »





Tiada Acara Tiup Lilin ataupun Potong Tumpeng (1, 2, 3)

22 11 2011

**1**

Taman Ismail Marzuki, saat itu Agustus 2008. Ini kali kedua pertemuan kita setelah di sebuah restoran siap saji di Kemang. Lama kita bicara di latar depan, aku bersandar di bawah Gapura yang berdiri hampir seabad itu. Saat itu kukatakan kepadamu, “Seolah aku Chairil Anwar sedang menikmati rokok yang dibelinya setelah berhasil menjual sepatu curian saat Jumatan di mesjid sekitar Menteng. Mungkin setelah itu lahirlah puisi berjudul AKU.” Baca entri selengkapnya »





Surat Terbuka: Kepada Para Redaktur MBM Tempo dan Koran Tempo

20 04 2010

Salam sejahtera.

Rubrik Fotografi Koran Tempo Edisi 18 April 2010

Saya mulai dari foto-foto yang dipajang di rubrik fotografi Koran Tempo edisi 18 April 2010. Tiada yang istimewa dari foto tersebut. Seorang pria tua dengan kaos alakadar terkesan senyum. Seorang lagi tiduran miring di kursi berbantal sebelah tangan, tatapannya kosong. Roman mukanya tanpa ekspresi. Entah apa maksud Koran Tempo hanya menampilkan foto 3 buah kursi di luar ruang nyaris seperempat halaman. Di sisi kanan atas halaman itu, seorang duduk di kursi roda menyelimuti wajahnya dengan sweater yang ia kenakan. “Pasukan Nazi datang…!” Teriakan seperti ini terkadang masih terdengar dari mulut-mulut tua renta dari pusat rehabilitasi mental Shaar Menashe di Israel sebelah utara…, begitu Koran tempo mengawali tulisan dalam tiga paragraf  pendeknya yang berjudul “Sisa Tragedi Di Shaar Menashe”, foto-foto full colour satu halaman penuh. Seolah hendak menyampaikan bahasa tubuh wanita dalam foto hasil jepretan Sebastian Scheiner, wartawan AP: mengesankan peristiwa traumatik terdahsyat yang membuncah kembali dari benaknya. Di pojok kanan halaman ini, foto Scheiner menampilkan sesosok kakek tanpa diperlihatkan mata dan jidatnya, tampak kempot menghisap rokok yang mengepulkan asap di sela bibirnya. Kalimat penutupnya: Sebuah pemandangan yang memprihatinkan akibat kengerian masa lalu.

Saya perhatikan, hanya memuat tiga paragraf pendek-pendek plus foto-foto tersebut tak sedikitpun mengesankan kesedihan, apalagi menularkan kengerian. Mungkin Koran Tempo edisi tersebut berniat menggambarkan penghuni Shaar Menashe dengan “bantuan” fotografi ecek-ecek, agar pembaca mengingat Holocaust; konon 6 juta orang Yahudi dibantai oleh rezim Nazi di bawah komando Hitler. Meski validitas dan otentisitas jumlah korban yang dramatis itu tak lebih dari bualan semata, mengingat jumlah keseluruhan umat Yahudi pada masa itu kurang dari 3 juta jiwa. Baca entri selengkapnya »





Mengenang Rachel Corrie, Lentera Olympia (3)

18 03 2010

Surat ini ditulis oleh Rachel Corrie Sang Lentera Olympia untuk Mamanya. Ketika menulisnya, Rachel berusia 18 tahun, atau 12 tahun lalu, jauh hari sebelum meninggal akibat dilindas Buldoser Catterpilar D9R tentara Israel pada 16 Maret 2003 saat menjadi “benteng hidup” rumah-rumah di Rafah, Palestina.

Untuk Mamaku Tersayang

Pagi buta. Beku dan gelap. Di Los Angeles ketika itu. Setelah memimpikanmu semalam, kutatap nanar kolam renang beku dan sebaris bunga plastik membentuk pelangi. Di mimpiku, kau kunjungiku. Kulihat tubuhmu berbalut cahaya, betapa kontras dengan cahayaku. Entah apa yang menahan bisik kuujar, saat bibirku berdempet telingamu. Meski sulit bahkan mustahil, aku ingin penuhi keinginanmu. Biarlah batinku yang berujar, “Jangan cemaskan aku, Ma.” Baca entri selengkapnya »





Hikmah dari Sang Sahabat Buruk Rupa dan Miskin

22 02 2010

Seorang lelaki miskin dari Yamamah datang ke Madinah. Setelah mengenal peradaban yang bergulir di sana, dia menyatakan diri memeluk Islam. Kemudian dia dikenal sebagai orang yang giat belajar dan konsisten menjalani hidup sebagai seorang muslim yang taat. Baca entri selengkapnya »





Nabi Muhammad di Biara Bostra

18 02 2010

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi…

QS. 33:56

Di Bostra. Jauh hari sebelum tahun Hijriah. Setiap kafilah dagang Mekkah lewat, seorang pendeta selalu mengintip dari jendela biara yang sudah berumur ratusan tahun, jauh lebih tua darinya. Tempat itu menjadi peristirahatan kafilah dagang yang hendak menuju Syria. Sudah banyak kafilah Mekkah, hingga detik itu entah berapa jumlahnya, lewat dan singgah di depan biara rindang dan sejuk karena pohon-pohon kurma yang berdaun lebat di sekitarnya. Tapi dia tak pernah tertarik untuk menyapa semua kafilah yang sudah lewat, apalagi mempersilahkan masuk ke biaranya. Dia masih menyimpan penasarannya. Baca entri selengkapnya »





Tuhan di Bingkai Sajadah

14 02 2010

Dahulu, mungkin zaman Thales atau zaman Socrates, mungkin zaman Plato, mungkin juga pada zaman yang lain, tidak terlalu penting untuk diingat. Jelasnya, dari Bani Israil, tersebutlah seorang ahli ibadah. Berniat menghabiskan umurnya untuk berdoa kepada Allah Swt. Karena dia menghendaki konsentrasi penuh tanpa ada yang mengganggu, maka dia menyepi seorang diri. Dia memilih tinggal di sebuah pulau yang berdekatan dengan hamparan tanah hijau nan rindang. Di situ pula ada kali bening dekat muara.

Baca entri selengkapnya »





Kawanku Sudarsono Dikriminalisasi Karena anti-Koruptor

12 02 2010

Namanya biasa dan singkat, Sudarsono. Usianya juga sudah tegolong “veteran”. Tapi jiwanya bak singa. otaknya cerdas. Kemampuan retorika dan orasinya, terutama saat memimpin demo anti korupsi atau anti Zionisme atau saat melakukan advokasi dalam ruang pengadilan, benar-benar istimewa karena berpadu dengan power suaranya yang menggelegar.

Hampir seluruh pejabat teras dan wartawan serta aktivis di kota Jember mengenalnya. Dialah aktivis antikorupsi yang menolak tawaran 70 juta dari oknum pejabat Pemda Jember demi mengurungkan niatnya untuk membeberkan kasus korupsi. Baca entri selengkapnya »





Barat Bergairah Menjajah Seluruh Kawasan, Iran Ganjalan Mereka!

12 02 2010

Kamis kemarin(11/2), Bundaran Azadei Tehran padat oleh jutaan rakyat Iran yang mengusung poster Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dan membentang spanduk bertuliskan dukungan total terhadap arah revolusi. “Kami akan konsisten memperjuangkan hak-hak kami, termasuk pengayaan uranium demi kebutuhan rakyat Iran, kami tidak menginginkan konfrontasi,” ujar Ahmadinejad dalam sambutan 31 Tahun Kemenangan Revolusi Islam Iran. Kemudian lantang dia berujar capaian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Iran sebagai sumbangsih terhadap kemanusiaan yang semakin membuat Amerika dan seluruh Barat kebakaran jenggot. Telah 31 tahun Iran berdiri dan melesat menjadi Negara termaju dan terkuat di Timur Tengah meski dikeroyok Amerika, Inggris dan seluruh sekutunya. Baca entri selengkapnya »





Rapuhnya Ilmu Pengetahuan (Science / Knowledge)

9 11 2009

cahaya

Seperti Lampu Senter di Kegelapan

Orang bilang: ilmu pengetahuan adalah jaminan kebahagian atau kesempurnaan. Saya bilang: pernyataan ini benar, tapi bukan kebenaran mendasar.

Ilmu pengetahuan yang disampaikan seseorang adalah sebuah produk persepsi. Selanjutnya, persepsi itu dijadikan alat untuk manusia melangsungkan keberadaannya di muka bumi ini.

Ada mahluk Allah Swt yang tidak membutuhkan ilmu pengetahuan seperti layaknya manusia. Misalkan hewan, ia mencapai kesempurnaan kehewanannya dengan insting saja. Burung elang sangat sempurna indera penglihatannya. Ia mampu melihat dengan jelas tikus sebesar kepalan tangan manusia dari jarak ratusan meter di atas permukaan bumi. Ini menunjukkan indera burung elang jauh lebih sempurna jika dibanding manusia.

Baca entri selengkapnya »