Every Human Could be Perfect! (3)

14 12 2008

sujud

Ditendang Hukum Universal!*

Setan itu baik. Setan menjadi buruk ketika menyempal dari hukum universal, yaitu kehilangan sifat ke-setan-annya. Karena itu ia “ditendang” hukum universal hingga terlempar ke luar gerbang Ahadiah. Manusia itu baik. Manusia menjadi penjahat ketika dia berusaha menanggalkan sifat kemanusiaannya yang inheren dengan dirinya. Neraka seumpama derita yang menjadi ada akibat manusia berusaha menyempal dari hukum universal. Dalam hal ini, hukum universal adalah sistem keberadaan itu sendiri. Sistem yang inheren dalam tubuh manusia dan semua mahluk. Mustahil menyimpang dari hukum ini. Coba saja terjun bebas dari atas genteng rumah Anda, pasti Anda akan merasa sakit. Sekurang-kurangnya, pasti ada bagian tubuh yang memar atau luka bahkan patah tulang. Inilah derita yang muncul akibat manusia berusaha menyempal dari hukum universal.

Hukum universal itu sederhana. Berusaha menyempal dari hukum universal berarti meninggalkan kesederhanaan. Saat kesederhanaan ditinggalkan, berarti mengundang derita. Ketika derita diundang, ketika itulah raga letih mengikuti kehendak jiwa, akal sehat dan perasaan. Saat itu juga terjadi pertarungan besar dalam diri manusia yang membuatnya menderita. Derita adalah tamu yang siap siaga 24 jam untuk datang dan akrab bersama orang yang mengundangnya.

Ibarat matahari, hukum universal itu cahayanya. Matahari tidak memunculkan selain cahaya. Gelap itu berarti kosong dari cahaya. Bagi manusia, alam semesta dan seluruh isinya, hanya hukum universal yang berlaku, selainnya tidak ada. Kemenyempalan manusia dari hukum universal adalah keburukan. Keburukan berarti ketiadaan atau kekosongan. Seperti orang yang mengejar bayang-bayangnya sendiri. Bukankah bayangan seolah ada ketika cahaya terhalang orang tersebut. Berarti dia berupaya mengejar kekosongan. Dari sinilah muncul penderitaan, karena manusia kelelahan mengejar sesuatu yang “tidak ada” dan selalu meninggalkannya dan itu disangka kebutuhan dan kebahagiaannya. Setiap usaha untuk menyempal dari hukum universal, berarti itulah keburukan dan penderitaan.

Melalui hukum universal, Tuhan hanya mencipta kebaikan. Berjuta-milyar-trilyun keberadaan di alam semesta, termasuk manusia bergantung kepada hukum universal. Keberadaan itu berhubungan satu dengan lainnya, termasuk dengan kita. Ketika kita menginginkan kebahagiaan, pasti kita bersinggungan dengan keberadaan di sekitar kita yang jumlahnya berjuta-milyar-triliun itu. Kita hanya tahu bahwa mereka semua tunduk kepada hukum universal. Tapi kita tidak mengenal karakter masing-masingnya secara detil.

Jika kita salah menyikapi dan menakar objek kebahagiaan tersebut, maka itu menjadi petaka bagi kita. Mungkin itu yang dinamakan dosa; ketika kita salah memaknai kebahagiaan; menyimpang dari hukum universal. Sementara, sangat mungkin manusia tidak berbuat dosa; turuti saja hukum universal. Ketika manusia mampu tidak berbuat dosa, dialah manusia sempurna.

Agar manusia tidak salah menakar karakter objek kebahagiaan yang jumlahnya berjuta-milyar-trilyun, Tuhan memberikan “jalan pintas” (yang juga bergantung kepada hukum universal) kepada kita untuk meraih kebahagiaan. Pertama, pembimbing; sebagai pemandu jalan kita agar tidak “menabrak” hukum universal. Pembimbing dalam Islam adalah mereka yang mendapat gelar “Al-Quran hidup.” Merekalah orang-orang yang mengetahui karakter keberadaan secara sempurna. Kedua, Allah Swt tidak mewajibkan kepada hamba-hamba untuk melakukan sesuatu yang tidak diketahuinya. Itulah jalan menuju kebahagiaan. Kebahagiaan itu untuk siapa saja yang merasa hamba Allah.

Islam tak menyisakan rahasia untuk manusia hidup sukses dan bahagia. Dengan memahami hukum universal, kebahagiaan sejati niscaya menjadi bagian tak terpisahkan dari manusia. Kebahagiaan itulah kesempurnaan. Semua manusia bisa meraihnya. Dengan hukum universal, bahkan manusia bisa menjadi suci. Manusia bisa menjadi sempurna. Every human could be perfect!

*

Anwar Aris menulis ini sebagai bahan Upgrading pegiat Komunitas DAMAR (Atsawrah dan Mulla Shadra) Malang pada Mei 2007


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: