Hendak Bungkam Pers, Militer Israel Tembak Mati Wartawan Reuters

11 01 2009

fadhal-sana

Pesawat-pesawat tempur Israel membombardir sekitar 60 sasaran di seluruh Jalur Gaza Sabtu 10/1/09 malam hingga Minggu 11/1/09. Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) mengutuk Israel karena menembaki Fadel Shaana, 23 th, kameraman Reuters di Gaza. Pasukan Israel sengaja menembaki kendaraan-kendaraan dan para wartawan beridentitas jelas, seperti ‘Press’ atau ‘TV’. Fadel Shaana tertembak hingga lehernya hancur dan tewas seketika setelah sebelumnya merekam tank-tank Israel yang membabibuta meluluhlantak pemukiman dan orang-orang sipil di Gaza tengah.

Dalam laman www.oananews.org, pada Minggu 11/01/09, Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, Presiden OANA menjelaskan pernyataan itu. OANA adalah gabungan 44 kantor berita dari 33 Negara Asia Pasifik. Perlindungan wartawan dan keselamatan insan pers menjadi perhatian utama OANA. “Media telah menjadi bagian dari medan perjuangan dan wartawan menanggung banyak resiko. Jangan bunuh para pewarta. Menargetkan wartawan sebagai sasaran tembak adalah pelanggaran HAM berat dan harus dihentikan,” Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf. Shaana melaksanakan tugas sesuai standar prosedur pers. Saat terbunuh oleh militer Israel, dia mengenakan jaket dengan tanda pers dan mobilnya juga bertandakan stiker pers.

Kematian Fadel Shaana akibat tembakan militer Israel menunjukkan bahwa Rezim Zionis itu tak juga tak menghendaki adanya peliputan atas kebiadaban mereka. Harusnya masalah ini juga disorot dan dijadikan agenda untuk menjatuhkan sanksi kepada pentolan-pentolan Israel sebagai Penjahat Perang. Para wartawan hanya pewarta yang menjadi penyambung lidah Dunia, maka mereka harus diayomi dan profesionalitas mereka harus dihormati.

“Tiba saatnya masyarakat internasional menjamin menghentikan permusuhan terhadap media dan para wartawan, terutama yang berada di jalur pertempuran harus dijamin keamanannya. KEbiadaban Israel ini harus diprotes keras,” Mukhlis menyerukan.

Penyataan Mukhlis itu sudah menjadi standar internasional keselamatan Insan pers. Tapi Israel nyata bertindak biadab dengan menembaki Fadhel Shaana agar kebiadabannya tidak diberitakan. Pasukan Israel nyata telah memberangus kerja media dunia yang berusaha menulis laporan-laporan krisis kemanusiaan di Gaza akibat kebiadaban Israel.


Aksi

Information

4 responses

23 02 2009
Iwan

PBB aj takut ma israel…

Mo gmn lg…

Kecuali klo seluruh negara di muka bumi ini menyatakan perang ama yang namanya israel….

11 09 2009
khaled al-asad

anjing emang tuh israel

11 09 2009
khaled al-asad

bangsat tuh , beraninya sama wartawan… perang sama HAMAS takut… segera bubar deh Israel

22 09 2009
nuh binerkahan

seluruh dunia tidak akan mampu mengalahkan bangsa israel karena mereka adalah bangsa pilihan tuhan alias imamat yang rajani. ingat di seluruh dunia ini hanya ada satu bangsa yang pernah di tolong oleh tuhan berupa lautan terbelah menjadi 2 yaitu bangsa israel. bangsa israel adalah umat kesayangan tuhan,jadi jangan pernah bermimpi untuk mengalahkan mereka.
HIDUP ISRAEL

Anwar Aris: Tak usah seluruh dunia, bertempur melawan milisi HAMAS saja Israel kalah. Israel berkali kalah telak–lihat catatan kejahatan perang Israel. Pada 2006 saat rezim Zionis itu menginvasi Lebanon, malah kalah telak oleh milisi pemuda Hizbullah, saat itu betapa tak berharga IDF yang menggunakan Merkava, F15, F16 dan sejumlah peralatan tempur yg dianggapnya paling canggih, karena besi-besi itu menjadi onggokan sampah di pasar Slomon dan sekitarnya akibat hantaman Hizbullah.

Nama yang begitu mulia: Israel, sejak Mei 1948 menjadi begitu menjijikkan saat penjahat-penjahat Zionis merampas tanah Palestina dan mengusir penduduk asli.

Banyaknya organisasi kaum Yahudi yang anti-Israel, seperti Komunitas Yahudi Neterei Karta, Not-In-My-Name, Jews Again dsb yg tersebar di seluruh dunia, juga terus berkampanye bahwa pendirian Negara Fiktif Israel yang disponsori Inggris, Amerika dan Uni Eropa harus ditentang dan Israel harus dibubarkan karena bertentangan dengan Hak Azasi Manusia. Mereka bersepakat jika berdirinya Negara Fiktif ISrael pada 1948 adalah kehendak penjajah Zionis, bukan umat Yahudi. Mereka menegaskan bahwa sangat berbeda anatara Zionis dengan Yahudi.

Bung Binerkahan, umat yang diselamatkan Tuhan pada peristiwa terbelahnya laut oleh tongkat Musa bukan kaum Zionis, tapi Bani Israel–mohon kaji lagi sejarah dan kitab sucimu. Umat yang diselamatkan itupun Bani Israel yang taat kepada ajaran Musa, mereka yang tidak taat, tenggelam bersama Fir’aun. Penyelamatan itu bukan satu-satunya tindakan Tuhan terhadap hamba-hambanya, jauh hari sebelum zaman Musa, pada zaman Nuh, Tuhan juga telah melakukannya. Di mata Tuhan, semua bangsa adalah sama, karena Tuhan tidak rasis.

Kita lihat saja nanti, degup jantung politik dunia mengisyaratkan bahwa era sekarang adalah detik-detik kehancuran Negara Fiktif Israel. Tidakkah Anda tahu, berjuta warga Israel pemegang paspor ganda telah kembali ke negara-negara asalnya: Rusia, Amerika, Inggris, Amerika PErancis dan sekitarnya. Ini indikasi bahwa mereka sadar bahwa keberadaan negaranya adalah fiktif dan segera bubar.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: