Sadarlah Obama! Hak Bangsa Palestina Absolut

20 01 2009

obamaaipac

Beberapa bulan lalu saat masa kampanye pemilihan presiden AS, dalam sebuah forum yang diselenggarakan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), sebuah kelompok lobi pro-Israel ternama, Obama berjanji akan mempromosikan sebuah undang-undang yang akan melegalisasi penarikan dana dari perusahaan-perusahaan yang melakukan hubungan dagang dengan Iran. Di Des Moines, Iowa, dalam sebuah forum kebijakan luar negeri, Obama berkali-kali berbicara pro-Israel, “Saya akan mulai dengan prinsip bahwa Israel adalah sekutu kuat kita dan keamanan mereka tidak bisa dikompromikan. Saya juga akan mulai dengan prinsip bahwa …apa yang baik bagi keamanan Israel adalah solusi dua-negara yang mengizinkan orang Palestina untuk hidup di negara mereka sendiri dan orang Israel untuk mempertahankan keamanan negaranya.”

Pernyatan Obama berarti bahwa Palestina harus menafsirkan ulang prinsip “Hak Pulang” agar dapat menjaga (status) Israel sebagai sebuah negara Yahudi. Ini mungkin akan meliputi kompensasi dan konsesi-konsesi lainnya dari Israel tetapi pada akhirnya Israel tidak akan menyerahkan negaranya.

Hak Pulang Tidak Bisa Dikompromikan Sadarlah Obama! Tidak ada satu ayat pun dalam hukum internasional, atau dalam prinsip moralitas manusia, yang mengatakan bahwa pertimbangan rasis atau eksklusivitas berdasarkan atas etnis bisa mengalahkan prinsip-prinsip keadilan. Apalagi, persepsi Resolusi 181 tentang “negara Yahudi” tidaklah seperti apa yang selama ini dipahami para pemimpin Zionis-Israel. Resolusi itu menyerukan agar Israel merancang sebuah konstitusi yang akan menjamin hak-hak kesetaraan dan non-diskriminasi bagi setiap warganya, apakah ia Yahudi atau Palestina. Lebih jauh, Resolusi itu melarang pengambilalihan lahan dari pemilik sahnya, dan memberikan kewarganegaraan bagi setiap penghuninya.

Selain itu, “Hak Pulang” bangsa Palestina ke tanah historis mereka adalah hak absolut yang termaktub dalam sedikitnya empat institusi hukum internasional: hukum nasionalitas, hukum humaniter, hukum hak asasi manusia, dan tentu saja Resolusi 194 Majelis Umum PBB. Sebuah hak mutlak (jus cogens) sama sekali tidak bisa dibarter oleh semata kompensasi atau konsesi-konsesi lainnya. Kalaupun bangsa Palestina berkehendak untuk tidak menggunakan hak mereka itu, maka hal tersebut adalah mutlak pilihan mereka, dan bukan hasil dari kompromi-kompromi politik. Tidak ada kesepadanan antara “Hak Pulang” dengan apa yang Obama sebut kompensasi.

Sadarlah Obama! Apa yang harus dilakukan sekutu kuat Amerika, Israel, sangatlah sederhana: kembalikan tanah-tanah Palestina kepada pemilik sahnya; rumah-rumah kepada penghuninya, praktikan kesetaraan tanpa pandang ras, etnis, dan agama (bukankah Israel negara paling demokratis di Timur Tengah?); bebaskan para tahanan; dan biarkan mereka hidup di tanah-tanah dan rumah-rumah mereka dengan damai, aman, dan bermartabat.

[irm/ http://husainku.wordpress.com/%5D


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: