Setelah Israel, Adakah ”Mainan Baru” Lagi!

23 02 2009

20061022qudsday9211

Istilah “agresi” dan “terorisme” saja belum cukup. Butuh beberapa istilah lain untuk menyebut kepengecutan, tindakan sadis dan penyiksaan atas para pengungsi yang terkurung di Gaza lebih 60 tahun lamanya tanpa celah untuk menyelamatkan diri.

Gaza ”Negeri Para Pengungsi”—sebelumnya Tepi Barat dan beberapa sisa tanah Palestina yang dicaplok Israel—diluluhlantak menjadi debu oleh produk teknologi militer Amerika tercanggih. Kebiadaban internasional dalam lindungan hukum AS itu demi berlangsungnya Negara para Turis asing yang mendeklarasikan dirinya sendiri.

Rakyat Palestina yang terpenjara di Gaza sejak diblokade dari seluruh lini, terpincang-pincang tanpa tempat berlindung kemudian dihantam peluru kendali setengah ton setiap menitnya. Reuters sengaja mengabarkan derita Gaza itu bermula sejak Washington menyewa kapal dagang Jerman untuk berlayar dari Yunani menuju Israel, membawa 3000 ton “amunisi.” Awal Desember, Amerika Serikat menyuplai kebutuhan serangan udara Israel untuk meluluhlantak Gaza. New America Foundation, pengawas perdagangan senjata Amerika, menyebut persediaan senjata Israel itu dipenuhi AS.

Betapa perkasa media-media internasional semacam Reuters, sejak awal penjarahan Israel atas bumi Palestina pada 1948, selalu mebahasakannya dengan ”konflik” Israel-Palestina. Israel yang menjarah tanah dengan melakukan pembataian massal, disetarakan dengan Palestina yang dirampok turis-turis Zionis dengan satu kata: ”konflik.” Betapa lihai dan gesit media-media Israel dan AS hingga menggiring berita perampokan tanah Palestina menuju satu isu: ”perundingan” dan ”perdamaian.”

Dalam terminologi hukum internasional, perdamaian berarti penghentian konflik antara dua negara atau lebih. Tentang Palestina dan Israel: bukan berdamai setelah konflik, karena Israel sejatinya bukan negara, keberadaannya sejak awal meniscayakan penghapusan bangsa Palestina. Sebelum Israel didirikan di bumi Palestina, sejak awal kaum Yahudi, Kristen dan Islam hidup berdampingan secara damai. Pembantaian berdarah-darah dan pengusiran secara massal penduduk Palestina terjadi setelah Israel merampok tanah Palestina dengan mengawali deklarasi negara fiktifnya pada 14 Mei 1948 di Tel Aviv, kota yang baru dicipta dan sama sekali tidak memiliki akar sejarah.

Sekian banyak resolusi PBB dilanggar Israel. Betapa perkasa Veto Amerika hingga keputusan-keputusan PBB selalu mandul. Itu karena kantor PBB berada di jantung Amerika, otomatis denyut nadi PBB harus seirama induk semang Israel itu. Karena itu perlu ditawarkan kepada dunia internasional: pindahkan kantor PBB di negara yang tidak pernah punya sejarah menjajah bangsa lain. Hal ini demi tegaknya keadilan di masyarakat internasional. Bukankah Amerika Serikat berdiri sebagai sebuah negara setelah memusnahkan Apache. Maka tidak selayaknya negara penjajah mengatur hukum humaniter internasioanal.

Dunia tahu, bagaimana cukong-cukong semacam Thomas Jefferson (Salah satu Founding Father AS) memperbudak orang-orang kulit hitam di ladang-ladang untuk kemudian dilelang. Juga Presiden Andrew Johnson yang sengaja membiarkan Ku Klux Klan menebar teror dan memetik setiap kepala Afro di Amerika. Sejarah Abraham Lincoln yang meletuskan Perang Saudara di AS hendaknya cukup menjadi pelajaran bagi pemimpin negeri paman Sam itu. Karenanya, sejarah Apache—yang diusir dan dimusnahkan dari tanah airnya hingga Amerika Serikat bisa berdiri megah—jangan diulang dan harus dihentikan di bumi Palestina. Pemimpin-pemimpin Amerika juga harus segera sadar, masyarakat dunia tak sebodoh yang mereka kira. Satu harapan: seriuslah tangani wargamu sendiri, jangan recoki lagi dapur negara lain.

Sejak semula pemerintah Amerika serikat dan rezim Zionis selalu erat bekerja sama melestarikan sitem kolonialisme. Israel adalah satu-satunya wujud terakhir Negara penjajah kontemporer yang dilanggengkan Amerika dan negara-negara Eropa demi kepentingan membentuk ”Timur Tengah Baru”. Jika rencana ini berhasil maka, habislah Palestina, satu-satunya benteng terakhir perlawanan terhadap penjajahan dunia. Dan, kisah tentang agama-agama samawi yang lahir di sana, usai sudah.

Bagaimanapun, Israel ”dicipta” oleh Inggris, Amerika & negara-negara Eropa dalam perisai PBB. Tujuan mereka hanya satu: membentuk ”Timur Tengah Baru”! Untuk apa? Untuk mewariskan sistem kolonialisme. Bukankah kejujuran sejarah tak dapat dimanipulasi: bahwa Inggris, Amerika dan Negara-negara Eropa hanya bisa bertahan dengan mensesap harta bangsa-bangsa lain. Meski perkasa dan lama berlangsung, nyata penjajahan segera sirna. Demikian pula eksistensi fiktif Negara Israel, segera tercerabut dari bumi Palestina.

Setelah Israel, bagi Inggris, Amerika dan Negara- negara Eropa, adakah ”Mainan Baru” Lagi?

(Dikutip dari buku: Israel Is not Real: Negara Fiktif di Tanah Rampasan. Penulis: Anwar M. Aris, Penerbit: Rajut Publishing [Februari 2009])

* Sebulan lamanya, tak saya utak-atik blog. Semoga ”Absen” sesaat saya itu memberi hikmah, setidaknya bagi saya, semoga juga bagi saudara-saudaraku. Sekurangnya, buku tersebut saya bidani kelahirannya.

israel-is-not-real


Aksi

Information

3 responses

23 02 2009
adit aja

Saya usulkan penulis buku ini dilarang masuk Amerika dan negara2 Eropa lainnya karena sangat berbahaya.

Tulisannya puitis, tapi maknanya sangat provokatif !!! Masak seh dia tulis ‘ulama kerajaan AS (baca: Arab Saudi) ? Ini jelas2 penghinaan terhadap negara Islam.

Perlu penulis ketahuim, bahwa pangeran2 Saud menyimpan duitnya di Amerika tp mereka tidak mengambil bunganya sama sekali. Karena itu hukumnya haram di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka lebih baik berikan saja bunga bank itu kepada Citibank atau lembaga2 pro Zionis lainnya.

Contoh lain. Raja Penjaga Dua Tempat Haram tsb bekerjasama dengan Amerika tp pejabat Amerika tidak diperbolehkan menginjak sekitar Makkah. Bukankah itu tindakan patrioris dan membela kepentingan umat Islam?


Anwar Aris:🙂 Dit, kupikir, untuk berjuang, tidak harus ke Eropa atau Amerika. Bagaimanapun, Eropa dan AS menolak Ahmadinejad, tapi mereka dipaksa keadaan untuk “buka mata” bahwa politik luar negeri Ahmadinejad sangat adil, manusia dan memerdekakan penganutnya. Apalagi, aku cinta Indonesia.
Persetanlah Amerika sebagai rezim penjajah, Uni Eropa sebagai rezim penjajah dan Arab pro penjajah Israel. Setelah diteliti, mereka itu ternyata “kucing” yang di zoom dengan kaca pembesar hingga kelihatan seperti “singa.” Sebagaimana kucing yang suka mencuri, tidak usah diusir dengan peluru, cukup dengan sapu lidi, pasti lari tunggang langgang. Sudah terbukti tuh, Amerika lawan sepatu saja kalah…

Dit, itulah mengapa saya anti-Israel dan watak-watak Israel semacam petinggi-petinggi AS (baca ARAB SAUDI) yang mengharamkan mengecam kebiadaban Israel. Juga petinggi Mesir dan YOrdania, mereka itu penjajah… lihat saja, Hosni Mubarak, Sang diktator ini lebih dari seperempat abad berkuasa, dia pikir Mesir itu milik dia. Mubarak sengaja dilanggengkan Amerika untuk membungkam rakyat Mesir dan menghadang kemerdekaan Palestina. Atau Raja Yordania itu, sekian lama dia nyenyak di ketiak Inggris dan Amerika hingga dia lupa kalo sebentar lagi akan ada kudeta terhadap kerajaannya.

23 02 2009
Iwan

Setuju banget!!!!!!

Waktunya segenap manusia bernurani mengatakan “Israel musuh kita” kalo tidak ingin dikatakan sebagai onggok daging tak berotak.

@ adit aja

Sepertinya tulisan anda perlu dikaji ulang

24 02 2009
Zoe

Zionis the REAL TERRORIS

Mereka merancang sedemikian rupa agar musuh2 mereka musnah. setelah soviyet terdampar, musuh berikutnya sudah dapat dipastikan. Tapi, tak semudah itu untuk dapat menghancurkannya, karena mereka sendirilah yang akan merasakan akibatnya!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: