Kawanku Sudarsono Dikriminalisasi Karena anti-Koruptor

12 02 2010

Namanya biasa dan singkat, Sudarsono. Usianya juga sudah tegolong “veteran”. Tapi jiwanya bak singa. otaknya cerdas. Kemampuan retorika dan orasinya, terutama saat memimpin demo anti korupsi atau anti Zionisme atau saat melakukan advokasi dalam ruang pengadilan, benar-benar istimewa karena berpadu dengan power suaranya yang menggelegar.

Hampir seluruh pejabat teras dan wartawan serta aktivis di kota Jember mengenalnya. Dialah aktivis antikorupsi yang menolak tawaran 70 juta dari oknum pejabat Pemda Jember demi mengurungkan niatnya untuk membeberkan kasus korupsi.

Ketua sebuah LSM yang mengawasi Pemda Jember ini memang dikenal berani dan pantang suap. Karena itulah, mantan bupati, walikota dan beberapa pejabat amat geram terhadapnya. Ia menjadi ‘musuh bersama’.

Saat pertama menabuh genderang anti korupsi dan penyalahgunaan wewenang, banyak aktivis yang mendukungnya, hingga berhasil menjebloskan sejumlah koruptor ke hotel Prodeo. Tapi saat dia diserbu oleh para koruptor yang melakukan segala jenis rekayas untuk menghentikan langkah-langkahnya, Darsono ditinggalkan. Rakyat kecil, para buruh perkebunan tembakau dan kopi yang telah merasakan manfaat dari advokasinya tentu tidak bisa berbuat apa-apa.

Mantan wartawan koran lokal Surya dan Duta Masyarakat ini pun harus rela menghadapi kenyataan buram. Memanggul idealisme di tengah belantara materialisme sungguh berisiko tinggi. Penegakan hukum tidak mesti menciptakan tegaknya keadilan. Jebolan fakultas filsafat UGM ini harus menuai hasil perjuangannya. Pengadilan menjatuhkan vonis penjara atas pidana pencemaran nama baik.

Ternyata Darsono punya banyak keistimewaan yang baru saya ketahui dari seorang teman. Aktivis yang miskin bin kere ini punya sekolah rakyat di sebuah dusun yang menampung anak-anak miskin dan terlantar.

Meski menanggung banyak derita termasuk merawat adiknya yang ‘menunggu waktu’ di rumahnya dan merawat istri yang punya penyakit ginjal, Darsono tidak pernah menerima tawaran uang suap dari para pejabat lokal Jember.

Beberapa bulan lalu Kejaksaan Negeri Jember mengambangkan status hukumnya, meski Darsono siap menjalani hukuman penjara sebagai konsekuensi sikapnya yang anti korupsi seraya memberinya kesempatan untuk melakukan PK ke MA. Malah Kejaksaan sempat memberi janji tidak akan mengeluarkan surat penahanan seraya bersumpah dengan jabatannya sebagai taruhannya.
Belum sempat melakukan PK, Kejari Jember ingkar janji. Ia mendapatkan surat penjemputan paksa untuk menjalani eksekusi penjara tiga bulan.

Apabila ada hati yang tergerak dan punya sedikit uang untuk disumbangkan (dan percaya pada saya sebagai penyalur), mohon disampaikan dalam blog ini.Mohon maaf atas gangguan ini. Kepada yang tidak mampu memberikan sumbangan material, dimohon memberikan sumbangan spiritual berupa doa.
Tapi, bagi teman-teman seperjuangannya, vonis penjara atas tuduhan pencemaran nama baik pejabat yang korup hanyalah akan menambah panjang daftar prestasi dan karir perjuangannya sebagai pecinta keadilan. Itu menjadi pendar kebanggaan bagi putrinya yang terpilih sebagai pemenang lomba baca puisi se Jatim. Darsono, bagi kita, teman-temannya di Jember, Lumajang, Malang dan lainnya, adalah makin mulia. Dialah salah satu dari sedikit rekan yang membumikan ajaran suci Nabi dan keluarga dalam format yang membumi dan konkret, bukan sekadar wacana dan ritus.

Baginya, penjara tentu bukanlah sesuatu yang menakutkan. Ia mengungkapkan itu seraya mengutip perkataan Nabi Yusuf “Penjara lebih aku sukai” dalam surah Yusuf. Saat ia melaoprkan kasusnya ke Komnas HAM dan YLBHI, maka itu karena desakan teman-temannya, dan ia melakukannya demi alasan memanfaatkan ruang perlawanan yang masih tersedia, sebelum hilang sama sekali.
Dia mungkin bisa dijuluki “Abu Zar dari Jember”. Mari kita dukung dengan cara kita masing-masing. Join dalam grup BEBASKAN SUDARSONO PEGIAT ANTI-KORUPTOR (IBW) Klik:
http://www.facebook.com/group.php?gid=275873704634&ref=mf#!/group.php?gid=275873704634&ref=mf


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: