Tiada Acara Tiup Lilin ataupun Potong Tumpeng (1, 2, 3)

22 11 2011

**1**

Taman Ismail Marzuki, saat itu Agustus 2008. Ini kali kedua pertemuan kita setelah di sebuah restoran siap saji di Kemang. Lama kita bicara di latar depan, aku bersandar di bawah Gapura yang berdiri hampir seabad itu. Saat itu kukatakan kepadamu, “Seolah aku Chairil Anwar sedang menikmati rokok yang dibelinya setelah berhasil menjual sepatu curian saat Jumatan di mesjid sekitar Menteng. Mungkin setelah itu lahirlah puisi berjudul AKU.” Baca entri selengkapnya »

Iklan