Aku Ingin Dipanggil Mama

20 10 2009

Jogja, 2 tahun sebelum gempa.

Seorang perempuan bule berpostur tubuh tinggi semampai duduk di sebuah Food Bazar. Rokok menyala di tangan kirinya. Potongan-potongan french fresh tersaji hangat di mejanya. Ear phone, menempel di kedua telinganya. Entah lagu apa yang sedang didengarnya.

Hidung mancung. Bibirnya setipis silet. Tentu matanya sebiru batu pyrus Neisyabur. Rambutnya pirang. Kulitnya mulus. Sambil terus mengunyah kentang, sesekali dia hisap ringan rokoknya.

mama Baca entri selengkapnya »

Iklan




“Mewah”

1 12 2008

presiden iran

Nono menggiring bola, lincah menuju gawang lawan. Merasa gawangnya terancam, Maman menghadang, tak kalah gesit dia menjejak bola yang menggelinding, menggagalkan serangan Nono. Keduanya bergulung-gulung di ladang hijau, bukan lapangan sepak bola, tapi bekas kebun ubi pak Efendi. Maman tengkurap, erat memeluk bola. Nono mengerang sambil memegang lutut. Keduanya saling menyalahkan. Nono menuduh, kecurangan telah dilakukan Maman sehingga lutut kirinya lecet, meski tak parah tapi Nono menangis.

Baca entri selengkapnya »