Tragedi Situ Gintung, Bukan Kebiadaban Tuhan!

28 03 2009

Sore ini kulihat di TV, seorang kontributor ber-mak up tebal memegang mic di tengah genangan air, Dramatis: “Pemirsa, sekali lagi, bangsa Indonesia mendapat ujian hebat! Seorang ibu muda menangis lunglai menerima kenyataan anaknya yang berusia 3 tahun diminta Tuhan yang sedang menguji warga Cirendeue dan sekitarnya dengan bencana Tanggul Situ Gintung…”

Jumat, 27 Maret 2009 dini hari, tanggul Situ Gintung di Tangerang Selatan jebol. Penampung air raksasa peninggalan penjajah Belanda yang berfungsi sejak 1930an itu meluberkan air, melibas warga, rumah, masjid, kambing, ayam dan seluruh benda yang bertengger di dataran sekitarnya yang lebih rendah.

Bagiku, bukan Tuhan yang mencipta bencana. Bukan. Sekali lagi bukan! Akal dan nuraniku berkata, “Tuhan tak biadab. Apalagi menimpakan musibah bagi mahluk-Nya secara acak, semacam tragedi Situ Gintung!” Baca entri selengkapnya »

Iklan




Mengenang Ryan Si Anak Jalanan (1)

25 02 2009

anakjalanan1Jakarta Selatan Seminggu Lalu…

“Shalat, yuk! Kita kan belum shalat Ashar! Sebentar lagi waktu Maghrib tiba.” ajakku.

“Ntar dulu, kak! Tanggung, nih. Sebentar lagi hujan turun. Lihat, langit sudah gelap!” jawab Ryan.

“Kita tidak memiliki banyak waktu, Ryan!” tegasku.

Tanpa menoleh sedikit pun, Ryan bergegas meluncur menghampiri mobil yang berhenti di lampu merah itu. Uku Lele berdawai empat yang digendongnya pun menjerit. Bibirnya lebih terkesan komat-kamit seolah membaca mantra. Suara parau itu ditindih deru debam knalpot berbagai merek kendaraan bermotor yang melintas dan berhenti di lampu merah Cilandak. Ryan tak peduli. Ia tetap bernyanyi sambil sesekali menunduk-nundukkan kepala berharap sekeping receh. Tak penting baginya, apakah suaranya terdengar atau tidak. Pengemudi sedan mewah itu hanya mengangkat sebelah tangannya tanpa sedikitpun menoleh, Ryan pun segera beralih ke mobil di belakang sedan itu, terlihat kaca mobil itu terbuka, sekeping rupiah pun diterimanya. Baca entri selengkapnya »





Nasib Karyawan: Gali Lubang “Tutup Mata”!

20 12 2008

lesu

Setelah bekerja seharian, letih dan penat menggelayuti setiap sendi tubuh kita. Tapi selalu saja penghasilan atau uang yang kita peroleh habis, jauh hari sebelum tanggal gajian tiba. Uang yang kita peroleh hanya mampir di rekening saja, kemudian merembes entah ke mana. Baca entri selengkapnya »





Cermin Mampang Prapatan 1

6 12 2008

2792454667_299928b579

Betapa kehidupan ini semakin mempertontonkan kepadaku adegan absurd para pelakunya. Sungguh kurasakan perjalananku daur dari detik ke detik. Waktu semakin membuat aku tak mengerti apa alasan untuk terus beriring nafas di dunia ini. Bahkan semakin nyata tiadanya jawaban atas pertanyaan alasan apa untuk terus bertahan, jika nyata adalah yang kasat mata di dunia ini.

Baca entri selengkapnya »