Rapuhnya Ilmu Pengetahuan (Science / Knowledge)

9 11 2009

cahaya

Seperti Lampu Senter di Kegelapan

Orang bilang: ilmu pengetahuan adalah jaminan kebahagian atau kesempurnaan. Saya bilang: pernyataan ini benar, tapi bukan kebenaran mendasar.

Ilmu pengetahuan yang disampaikan seseorang adalah sebuah produk persepsi. Selanjutnya, persepsi itu dijadikan alat untuk manusia melangsungkan keberadaannya di muka bumi ini.

Ada mahluk Allah Swt yang tidak membutuhkan ilmu pengetahuan seperti layaknya manusia. Misalkan hewan, ia mencapai kesempurnaan kehewanannya dengan insting saja. Burung elang sangat sempurna indera penglihatannya. Ia mampu melihat dengan jelas tikus sebesar kepalan tangan manusia dari jarak ratusan meter di atas permukaan bumi. Ini menunjukkan indera burung elang jauh lebih sempurna jika dibanding manusia.

Baca entri selengkapnya »

Iklan




Kehendak Bebas Manusia

27 10 2009

Memaknai Kebebasan di Bingkai Hukum Pasti

bayi dalam rahim

Tiada unsur kebetulan dalam dunia ini. Setiap peristiwa dalam semesta raya ini, sekecil apapun terjadi atas skenario-Nya.  Lalu di mana letak “kehendak bebas” manusia? Manusia memiliki ikhtiar penuh untuk menentukan pilihannya yang kelak menjadi embrio munculnya akibat-akibat yang terkait dengan dirinya, dengan kata lain menentukan nasibnya. Lalu apa makna “kehendak bebas” manusia jika semua peristiwa termasuk nasib berada dalam kerangka skenario-Nya? Baca entri selengkapnya »





Every Human Could be Perfect! (3)

14 12 2008

sujud

Ditendang Hukum Universal!*

Setan itu baik. Setan menjadi buruk ketika menyempal dari hukum universal, yaitu kehilangan sifat ke-setan-annya. Karena itu ia “ditendang” hukum universal hingga terlempar ke luar gerbang Ahadiah. Manusia itu baik. Manusia menjadi penjahat ketika dia berusaha menanggalkan sifat kemanusiaannya yang inheren dengan dirinya. Neraka seumpama derita yang menjadi ada akibat manusia berusaha menyempal dari hukum universal. Dalam hal ini, hukum universal adalah sistem keberadaan itu sendiri. Sistem yang inheren dalam tubuh manusia dan semua mahluk. Mustahil menyimpang dari hukum ini. Coba saja terjun bebas dari atas genteng rumah Anda, pasti Anda akan merasa sakit. Sekurang-kurangnya, pasti ada bagian tubuh yang memar atau luka bahkan patah tulang. Inilah derita yang muncul akibat manusia berusaha menyempal dari hukum universal. Baca entri selengkapnya »





Every Human Could be Perfect! (2)

10 12 2008

Tuhan Mencipta Setan = Tuhan  Mencipta Keburukan?*

Segala peristiwa di alam semesta ini terjadi atas skenario-Nya. Lalu, sedih dan derita yang menimpa manusia juga kehendak-Nya? Baik dan buruk juga dicipta-Nya? Semua mahluk, termasuk kita terpaksa harus bermain-main dalam bingkai skenario-Nya? Manusia tidak memiliki kehendak apapun? Semua peristiwa, baik derita maupun bahagia adalah kehendak-Nya!

Baca entri selengkapnya »





Every Human Could be Perfect!* (1)

6 12 2008

square_kufi_1

Semula saya berpikir, “Tega amat!” Tuhan menimbun saya dengan tumpukan penderitaan. Mengapa Tuhan mencipta saya! Jika hidup adalah rangkaian kesalahan yang dikehendaki Tuhan untuk hamba-Nya, untuk apa Tuhan ciptakan surga dan neraka. Bukankah keburukan dicipta Tuhan.

Baca entri selengkapnya »





Kecerdasan & Bakat

29 11 2008

Ada seorang Sufi besar bernama Syamsudin dari Tabris. Dia adalah sahabat Jalaludin Rumi. Ketika masih kecil, bersama ayahnya dia berjalan-jalan di tepi danau. Di sana mereka mendapati beberapa ekor anak bebek yang baru menetas mengekor induk Ayam. Rupanya pemiliknya mengeramkan telor-telor bebek ke induk ayam. Hingga ketika menetas, induk ayam itu menganggap bebek-bebek kecil itu adalah anak-anaknya.

the-mallards-family-00

Baca entri selengkapnya »