Mengenang Rachel Corrie, Lentera Olympia (3)

18 03 2010

Surat ini ditulis oleh Rachel Corrie Sang Lentera Olympia untuk Mamanya. Ketika menulisnya, Rachel berusia 18 tahun, atau 12 tahun lalu, jauh hari sebelum meninggal akibat dilindas Buldoser Catterpilar D9R tentara Israel pada 16 Maret 2003 saat menjadi “benteng hidup” rumah-rumah di Rafah, Palestina.

Untuk Mamaku Tersayang

Pagi buta. Beku dan gelap. Di Los Angeles ketika itu. Setelah memimpikanmu semalam, kutatap nanar kolam renang beku dan sebaris bunga plastik membentuk pelangi. Di mimpiku, kau kunjungiku. Kulihat tubuhmu berbalut cahaya, betapa kontras dengan cahayaku. Entah apa yang menahan bisik kuujar, saat bibirku berdempet telingamu. Meski sulit bahkan mustahil, aku ingin penuhi keinginanmu. Biarlah batinku yang berujar, “Jangan cemaskan aku, Ma.” Baca entri selengkapnya »

Iklan




Nabi Muhammad di Biara Bostra

18 02 2010

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi…

QS. 33:56

Di Bostra. Jauh hari sebelum tahun Hijriah. Setiap kafilah dagang Mekkah lewat, seorang pendeta selalu mengintip dari jendela biara yang sudah berumur ratusan tahun, jauh lebih tua darinya. Tempat itu menjadi peristirahatan kafilah dagang yang hendak menuju Syria. Sudah banyak kafilah Mekkah, hingga detik itu entah berapa jumlahnya, lewat dan singgah di depan biara rindang dan sejuk karena pohon-pohon kurma yang berdaun lebat di sekitarnya. Tapi dia tak pernah tertarik untuk menyapa semua kafilah yang sudah lewat, apalagi mempersilahkan masuk ke biaranya. Dia masih menyimpan penasarannya. Baca entri selengkapnya »





Tuhan di Bingkai Sajadah

14 02 2010

Dahulu, mungkin zaman Thales atau zaman Socrates, mungkin zaman Plato, mungkin juga pada zaman yang lain, tidak terlalu penting untuk diingat. Jelasnya, dari Bani Israil, tersebutlah seorang ahli ibadah. Berniat menghabiskan umurnya untuk berdoa kepada Allah Swt. Karena dia menghendaki konsentrasi penuh tanpa ada yang mengganggu, maka dia menyepi seorang diri. Dia memilih tinggal di sebuah pulau yang berdekatan dengan hamparan tanah hijau nan rindang. Di situ pula ada kali bening dekat muara.

Baca entri selengkapnya »





Mengenang Keberpalingan Sufi dari Mushallah

4 04 2009

Pernah saya baca syair seorang bijak bernama Ayatullah Ruhullah Al-Musawi Al-Khomaini. Petikannya:

Kan kutabuh lagi gendang Mansur
Akulah kebenaran (Ana Al-Haq)


Segera kutanggalkan jubah
Lalu berpaling dari mushalah

Menurut Asbabun Nuzul hikayat, syair Sang Bijak Suci itu lahir saat musibah menjelma sebagai para ulama yang menguarkan “ayat-ayat suci” untuk melanggengkan penjajahan semacam Rezim despotik 2000 tahun Syah Reza Pahlevi. Para ulama itu bersorban, lengkap dengan atribut jubah, bahkan mungkin senantiasa menggelindingkan butir-butir tasbih di jari-jari tangannya. Baca entri selengkapnya »





Mengenang Rachel Corrie, Lentera Kemanusiaan dari Olympia (2)

17 03 2009

rachel_corrie2

Rachel Corrie. Sejak Olympia Movement for Justice and Peace (OMJP), Olympians for Peace in the Middle East (OPME), Students Educating Students about the Middle East (SESAME), Olympia Fellowship of Reconciliation (FOR) hingga International Solidarity Movement (ISM) disuplai energi kemanusiaan olehnya untuk meneriakkan kata “Merdeka!” Karena penjajahan yang diprakarsai negaranya (AS), Inggris dan Negara-negara Eropa masih berlangsung di hampir setiap sudut bumi ini.

Dengan pilihan merdeka, Rachel Corrie pergi ke Palestina. Rachel mempelajari isu tak masuk akal Palestina yang berhembus ke telinga dunia dengan kata “konflik” Palestina-Israel. Akhirnya dia dapati kenyataan bahwa Israel menjajah Palestina sejak lebih setengah abad lampau. Baca entri selengkapnya »





Mengenang Rachel Corrie, Lentera Kemanusiaan dari Olympia (1)

27 02 2009

rachel_corrie_after_attack

Rachel Corrie. Jika Anda bertanya, ”Siapa dia?” Jawabnya: Dia gadis cantik, muda, energik dan mempesona. Lahir dan besar di tengah keluarga Kristen taat, di Olympia, Washington, Amerika Serikat. Dia perempuan pecinta Yesus. Pernah juga menegaskan sebagai pengagum Budha. Lalu, beberapa hari sebelum kematiannya, sebuah Koran harian di Inggris memajang fotonya yang berjilbab di kolom Head line; ketika pertengahan Februari 2003, dia dan pegiat kemanusiaan anti-penjajahan berdemonstrasi di Tepi Barat, lalu di jalur Gaza  Palestina, menentang pemugaran paksa rumah-rumah penduduk Palestina oleh militer Israel. Baca entri selengkapnya »





Mengenang Ryan Si Anak Jalanan (1)

25 02 2009

anakjalanan1Jakarta Selatan Seminggu Lalu…

“Shalat, yuk! Kita kan belum shalat Ashar! Sebentar lagi waktu Maghrib tiba.” ajakku.

“Ntar dulu, kak! Tanggung, nih. Sebentar lagi hujan turun. Lihat, langit sudah gelap!” jawab Ryan.

“Kita tidak memiliki banyak waktu, Ryan!” tegasku.

Tanpa menoleh sedikit pun, Ryan bergegas meluncur menghampiri mobil yang berhenti di lampu merah itu. Uku Lele berdawai empat yang digendongnya pun menjerit. Bibirnya lebih terkesan komat-kamit seolah membaca mantra. Suara parau itu ditindih deru debam knalpot berbagai merek kendaraan bermotor yang melintas dan berhenti di lampu merah Cilandak. Ryan tak peduli. Ia tetap bernyanyi sambil sesekali menunduk-nundukkan kepala berharap sekeping receh. Tak penting baginya, apakah suaranya terdengar atau tidak. Pengemudi sedan mewah itu hanya mengangkat sebelah tangannya tanpa sedikitpun menoleh, Ryan pun segera beralih ke mobil di belakang sedan itu, terlihat kaca mobil itu terbuka, sekeping rupiah pun diterimanya. Baca entri selengkapnya »