Kawanku Sudarsono Dikriminalisasi Karena anti-Koruptor

12 02 2010

Namanya biasa dan singkat, Sudarsono. Usianya juga sudah tegolong “veteran”. Tapi jiwanya bak singa. otaknya cerdas. Kemampuan retorika dan orasinya, terutama saat memimpin demo anti korupsi atau anti Zionisme atau saat melakukan advokasi dalam ruang pengadilan, benar-benar istimewa karena berpadu dengan power suaranya yang menggelegar.

Hampir seluruh pejabat teras dan wartawan serta aktivis di kota Jember mengenalnya. Dialah aktivis antikorupsi yang menolak tawaran 70 juta dari oknum pejabat Pemda Jember demi mengurungkan niatnya untuk membeberkan kasus korupsi. Baca entri selengkapnya »

Iklan




Barat Bergairah Menjajah Seluruh Kawasan, Iran Ganjalan Mereka!

12 02 2010

Kamis kemarin(11/2), Bundaran Azadei Tehran padat oleh jutaan rakyat Iran yang mengusung poster Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dan membentang spanduk bertuliskan dukungan total terhadap arah revolusi. “Kami akan konsisten memperjuangkan hak-hak kami, termasuk pengayaan uranium demi kebutuhan rakyat Iran, kami tidak menginginkan konfrontasi,” ujar Ahmadinejad dalam sambutan 31 Tahun Kemenangan Revolusi Islam Iran. Kemudian lantang dia berujar capaian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Iran sebagai sumbangsih terhadap kemanusiaan yang semakin membuat Amerika dan seluruh Barat kebakaran jenggot. Telah 31 tahun Iran berdiri dan melesat menjadi Negara termaju dan terkuat di Timur Tengah meski dikeroyok Amerika, Inggris dan seluruh sekutunya. Baca entri selengkapnya »





Rapuhnya Ilmu Pengetahuan (Science / Knowledge)

9 11 2009

cahaya

Seperti Lampu Senter di Kegelapan

Orang bilang: ilmu pengetahuan adalah jaminan kebahagian atau kesempurnaan. Saya bilang: pernyataan ini benar, tapi bukan kebenaran mendasar.

Ilmu pengetahuan yang disampaikan seseorang adalah sebuah produk persepsi. Selanjutnya, persepsi itu dijadikan alat untuk manusia melangsungkan keberadaannya di muka bumi ini.

Ada mahluk Allah Swt yang tidak membutuhkan ilmu pengetahuan seperti layaknya manusia. Misalkan hewan, ia mencapai kesempurnaan kehewanannya dengan insting saja. Burung elang sangat sempurna indera penglihatannya. Ia mampu melihat dengan jelas tikus sebesar kepalan tangan manusia dari jarak ratusan meter di atas permukaan bumi. Ini menunjukkan indera burung elang jauh lebih sempurna jika dibanding manusia.

Baca entri selengkapnya »





Kehendak Bebas Manusia

27 10 2009

Memaknai Kebebasan di Bingkai Hukum Pasti

bayi dalam rahim

Tiada unsur kebetulan dalam dunia ini. Setiap peristiwa dalam semesta raya ini, sekecil apapun terjadi atas skenario-Nya.  Lalu di mana letak “kehendak bebas” manusia? Manusia memiliki ikhtiar penuh untuk menentukan pilihannya yang kelak menjadi embrio munculnya akibat-akibat yang terkait dengan dirinya, dengan kata lain menentukan nasibnya. Lalu apa makna “kehendak bebas” manusia jika semua peristiwa termasuk nasib berada dalam kerangka skenario-Nya? Baca entri selengkapnya »





Aku Ingin Dipanggil Mama

20 10 2009

Jogja, 2 tahun sebelum gempa.

Seorang perempuan bule berpostur tubuh tinggi semampai duduk di sebuah Food Bazar. Rokok menyala di tangan kirinya. Potongan-potongan french fresh tersaji hangat di mejanya. Ear phone, menempel di kedua telinganya. Entah lagu apa yang sedang didengarnya.

Hidung mancung. Bibirnya setipis silet. Tentu matanya sebiru batu pyrus Neisyabur. Rambutnya pirang. Kulitnya mulus. Sambil terus mengunyah kentang, sesekali dia hisap ringan rokoknya.

mama Baca entri selengkapnya »





Nightmare Academy: Novel Fantastis, Mendidik, Lucu dan Menegangkan!

11 06 2009

Print

Judul: Nightmare Academy, Menjinakkan Monster Ganas Menjadi Sopan

Penulis: Dean Lorey

Penerbit: Rajut Publishing

Ukuran buku: 14 X 21 cm, 358 halaman

Bayangkan bila tiada seorangpun mau berkawan denganmu, bila tiada satupun sekolah yang bersedia menerimamu sebagai murid. Coba rasakan, andai kamu harus menjalani aktifitas di dalam kamar, setiap hari selama bertahun-tahun. Pejamkan matamu sejenak, lalu hadirkan dalam perasaanmu tentang nasib seorang bocah yang tercerabut dari “dunia anak” tanpa permainan, tanpa gelak tawa bersama bocah-bocah seusianya. (Sejenak lupakan paragraf ini). Baca entri selengkapnya »





Mengenang Keberpalingan Sufi dari Mushallah

4 04 2009

Pernah saya baca syair seorang bijak bernama Ayatullah Ruhullah Al-Musawi Al-Khomaini. Petikannya:

Kan kutabuh lagi gendang Mansur
Akulah kebenaran (Ana Al-Haq)


Segera kutanggalkan jubah
Lalu berpaling dari mushalah

Menurut Asbabun Nuzul hikayat, syair Sang Bijak Suci itu lahir saat musibah menjelma sebagai para ulama yang menguarkan “ayat-ayat suci” untuk melanggengkan penjajahan semacam Rezim despotik 2000 tahun Syah Reza Pahlevi. Para ulama itu bersorban, lengkap dengan atribut jubah, bahkan mungkin senantiasa menggelindingkan butir-butir tasbih di jari-jari tangannya. Baca entri selengkapnya »